Balela Air Quality Mapping

BALELA, 31 Juli 2026 – Sebagai langkah antisipatif dalam memantau kesehatan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap polusi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) merampungkan program pemetaan bertajuk “Balela Air Quality Mapping”. Kegiatan analisis data geospasial ini berlangsung selama satu pekan, mulai dari tanggal 25 hingga 31 Juli 2026, di wilayah Kelurahan Balela.

​Inovasi pemetaan ini dihadirkan untuk menyajikan data visual yang transparan mengenai tingkat kebersihan udara di lingkungan pemukiman. Melalui ketersediaan informasi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mawas diri terhadap potensi penurunan kualitas udara serta terdorong untuk saling menjaga kelestarian lingkungan agar udara tetap segar dan sehat.

​Proses pembuatan peta kualitas udara ini mengombinasikan teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dan sistem informasi geografis. Tim mahasiswa memanfaatkan data batas administrasi Kelurahan Balela yang dipadukan dengan citra satelit Sentinel-5P untuk mengukur konsentrasi emisi Nitrogen Dioksida NO2). Data citra satelit tersebut diolah secara komputasional menggunakan platform Google Earth Engine (GEE) dan diselaraskan tata letaknya (layouting) menggunakan software QGIS hingga menghasilkan peta komprehensif.

​Peta kualitas udara yang telah rampung dipasang di dinding Kantor Kelurahan Balela agar dapat diakses dengan mudah oleh warga maupun perangkat kelurahan. Kehadiran peta berbasis data satelit ini diharapkan menjadi dasar pijakan bagi masyarakat Balela dalam mengambil tindakan nyata penanganan lingkungan, seperti mengurangi pembakaran sampah dan memperbanyak ruang hijau.