BALELA, 26 Juli 2026 – Guna mengurai persoalan limbah organik sekaligus menjaga kualitas cadangan air tanah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menginisiasi program pembuatan lubang resapan bertajuk “BIOHOLE” pada Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersama perwakilan warga RT 2, RT 7, dan RT 9 Kelurahan Balela.
Program kerja ini dilatarbelakangi oleh tingginya penumpukan sampah organik rumah tangga, seperti daun-daun kering dan sisa makanan, yang selama ini kerap diolah dengan cara dibakar. Kebiasaan membakar sampah tersebut tidak hanya memicu pencemaran udara, tetapi juga membahayakan kesehatan dan lingkungan sekitar. Melalui kehadiran BIOHOLE, sampah organik kini dapat dialihkan menjadi bahan baku pembuat pupuk kompos alami sekaligus penampung resapan untuk mencegah munculnya genangan air saat hujan.
Rangkaian acara diawali dengan pemaparan materi pengenalan biopori, manfaat ekologisnya, serta cara perawatannya secara berkala. Setelah sesi materi, suasana kegiatan semakin dinamis saat mahasiswa KKN memandu warga dalam praktik langsung pemasangan biopori di area pemukiman.
Proses pembuatan BIOHOLE dimulai dengan melubangi dinding pipa paralon (PVC) secara merata dan menyiapkan penutup di bagian atasnya. Selanjutnya, tanah digali sedalam panjang pipa, lalu pipa yang telah dilubangi dimasukkan ke dalam tanah. Pada tahap akhir, sampah organik berupa daun-daun kering dimasukkan ke dalam pipa sebelum ditutup rapat.
Melalui integrasi sederhana ini, sampah di dalam biopori akan mengalami proses pembusukan alami hingga berubah menjadi pupuk kompos yang dapat diambil secara berkala. Edukasi partisipatif ini diharapkan mampu mengubah pola pikir warga dalam mengelola sampah organik rumah tangga dari yang semula dibakar menjadi dimanfaatkan kembali demi kelestarian lingkungan dan ketahanan air tanah Balela.
