BALAUT: Bank Data Biota Laut Larantuka

Larantuka tidak hanya dikenal dengan pesona budaya dan sejarahnya, tetapi juga menyimpan kekayaan bawah laut yang belum banyak terungkap. Untuk itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menginisiasi program BALAUT (Bank Data Biota Laut Larantuka), sebuah upaya pendataan biota laut yang bertujuan mendukung pengembangan pariwisata bahari di kawasan ini.

Kegiatan observasi biota laut dilaksanakan pada 30 Juni hingga 10 Juli 2026, mencakup dua pendekatan pengamatan. Pertama, pengamatan dilakukan di zona intertidal saat air laut surut, memungkinkan tim mendokumentasikan biota yang hidup di area pesisir dangkal. Kedua, tim melakukan penyelaman hingga kedalaman 40 meter guna mendokumentasikan biota laut yang hidup di ekosistem lebih dalam, termasuk terumbu karang.

Selanjutnya, pada 10 hingga 25 Juli 2026, dilakukan proses identifikasi dan pengolahan data. Setiap biota yang berhasil didokumentasikan dicatat secara sistematis dalam sebuah basis data digital yang memuat foto biota, nama ilmiah, nama lokal, fakta atau informasi unik, habitat atau lokasi ditemukannya, serta status konservasinya.

Hasil pendataan menunjukkan keragaman biota laut Larantuka yang mencakup lima kelompok utama, yaitu Mollusca, Crustacea, Echinodermata, Pisces, dan Cnidaria(kelompok terumbu karang). Beberapa spesies menarik yang berhasil didokumentasikan antara lain udang karang Stenopus hispidus, kerang raksasa Tridacna maxima, dan hiu karang sirip putih Triaenodon obesus . Ini adalah tiga contoh kecil dari kekayaan hayati bawah laut yang menanti untuk lebih dikenal masyarakat luas.

Data yang telah dihimpun tidak berhenti sebagai arsip semata. Biota-biota laut dengan keunikan tinggi akan diangkat ke dalam bentuk poster edukatif dan promosi, yang nantinya dapat digunakan sebagai media pengenalan wisata bahari Larantuka kepada wisatawan maupun masyarakat umum. Melalui BALAUT, diharapkan potensi bawah laut Larantuka dapat semakin dikenal, dilestarikan, dan menjadi daya tarik wisata bahari yang berkelanjutan bagi daerah.